Senin, 04 Agustus 2008

Hari Pertama Kenaikan BBM di pandeglang

Hari Pertama Kenaikan BBM di pandeglang

SOPIR ANGKOT

MOGOK “ NARIK’’

PANDEGLANG, ( FB)._

Hari pertama ditetapkannya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), jenis premium, solar, ratusan angkutan kota (angkot) jurusan Saketi-Menes, Kabupaten pandeglang, sabtu (24/5) sekitar pukul 08:00 WIB, mogok “narik”. Para sopir dan kernet angkot itu melakukan aksi mogok “narik” karena tak mampu menghadapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang harganya sampai Rp.6.000/-liter.

Imbas dari aksi mogok para sopir angkot, sejumlah penumpang dalam sehari itu terlantar. Para penumpang yang biasanya pergi kepasar Saketi dan Menes, memakai angkot, terpaksa harus naik ojek atau jalan kaki.

Bukan saja berimbas kepada para penumpang, aksi mogok narik itujuga membuat sepi di beberapa titik SPBU di jalan Saketi-Menes.Sementara itu, para petugas kepolisian melakukan patroli untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pada hari pertama kenaikan harga BBM tersebut.

Udin (40), salah seorang sopir angkot jurusan Saketi-Menes kepada fajar Banten, kemarin menyatakan aksi mogok narik dilakukannya bersama rekan-rekan sopir angkot, tidak lain bagian dari bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM itu bukan saja mempersulit kehidupannya sebagai sopir angkot, juga berimbas kepada masyarakat lain, karena dengan naiknya harga itu mempengaruhi kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako).

“Terus terang saja, sebelum harga bensin naik, kami juga tetap kewalahan. Apalagi dengan harga naik, jelas kami masyarakat sopir angkot merasa tercekik. Sebagai warga yang tinggal di daerah, merasa kesal dengan kebijakan pemerintah pusat yang menaikan harga BBM, karena dengan keniakan harga ini sama artinya dengan menjajah rakyat melalui sector ekonomi, ”ujarnya.Aman

Kapolres pandeglang AKBP Mamat surahmat menyatakan hari pertama kenaikan harga BBM di pandeglang., berlangsung aman, meski sempat diwarnai aksi mogok narik para sopir angkot di Saketi dan Menes. “Saya kerahkan semua anggota memantau dan mengawasi semua SPBU di pandeglang. Pada hari pertama kenaikan harga BBM, semua SPBU tidak terjadi antrean, atau kemacetan, melainkan normal sepeerti biasa,”ujar kapolres.

Sementara ketua persatuan Angkutan Kendaraan Bermotor (prankmor), pandeglang, Emus Mustagfirin, turut prihatin dengan kenaikan harga BBM. Ia mengaku kenaikan harga BBM ini jelas-jelas membuat rakyat di daerah semakin terjempit. Sudah ekonomi lemah, ditambah harga naik, hal itu akan membuat morat-marit perekomoni masyarakat.

“Saya tetap mengajak kepada rekan-rekan pronkmor, khususnya kepada para sopir angkot agar tetap menjaga kondusivitas daerah. Kita semua tahu betul, kenaikan BBM itu sangat menyengsarakan masyarakat, namun kita jangan tinggal diam, dan harus tetap mempertahankan hidup dengan penuh semangat dan perjuangan,”ujar Emus.


Tidak ada komentar: